Selamatkan Ibu dan Anak dari Ancaman Globalisasi


11001909_602626856539650_3335294087601889118_nMalang- Dalam rangka mencari solusi atas permasalahan perempuan, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPC Lowokwaru Malang mengundang puluhan perempuan untuk berdiskusi bersama dalam acara Dauroh Akbar. Acara yang diselenggarakan di Omah Katzhen Waroeng and Café pada Ahad (15/2) ini mengambil tema Selamatkan Ibu dan Anak dari Globalisasi. Sekitar 60 orang perempuan dari kalangan masyarakat umum dan mahasiswa turut hadir dalam acara.

Dauroh Akbar ini diawali dengan talkshow yang dipandu oleh ustadzah Badriyah, serta menghadirkan dua pembicara yaitu ustadzah Najmah Millah dan ustadzah Netty Susilowati. Dalam pemaparannya, kedua pembicara ini menyampaikan tentang dampak globalisasi terhadap perempuan. Globalisasi yang menjadikan perempuan tersibukkan dengan dunia kerja hingga melupakan peran utamanya sebagai al-umm wa rabbatul bait. Bahkan, dengan dalih pemberdayaan ekonomi perempuan yang dapat mengurangi kemiskinan, perempuan akhirnya berbondong-bondong mencari penghasilan dengan bekerja.

Tidak hanya mengungkapkan fakta kerusakan akibat globalisasi, kedua pembicara juga menyampaikan akar masalah beserta solusi atas permasalahan tersebut. Globalisasi merupakan masalah sistemik, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya melalui individu-individu saja. Maka dibutuhkan solusi sistemik pula untuk menyelesaikannya, yaitu melalui penerapan sistem Islam di dalam kehidupan.

Di akhir talkshow, ditampilkan testimoni dari dua orang yang baru mengkaji di Hizbut Tahrir. Testimoni pertama disampaikan oleh seorang mubalighoh dari Pujon, ustadzah Ro’inatun. Ia menyampaikan pengalamannya pertama kali mengenal dan bertemu dengan Hizbut Tahrir. Ro’inatun mengaku dipertemukan dengan Hizbut Tahrir saat rumahnya digunakan sebagai tempat pengungsian korban letusan Gunung Kelud setahun yang lalu.

“Saat itu ada mbak-mbak dari Muslimah Hizbut Tahrir yang menjadi relawan bagi korban Gunung Kelud. Dari situlah saya mengenal Hizbut Tahrir. Hingga kemudian saya diajak berdiskusi tentang Islam dan akhirnya saya pun mengkaji di Hizbut Tahrir,” ungkapnya.

Testimoni kedua disampaikan oleh seorang siswi kelas XI dari MA Bilingual Batu, Dewi Nur Rokhmah. Remaja ini tidak sungkan menceritakan awal pertemuannya dengan Hizbut Tahrir. Berawal dari teguran seorang teman tentang cara berpakaiannya yang tidak Islami, hingga mengantarkannya untuk mengikuti kajian Islam dengan Muslimah Hizbut Tahrir. Ia pun mengajak semua peserta untuk turut bergabung di Hizbut Tahrir.

Selain talkshow, acara ini juga mengupas tentang Manifesto Hizbut Tahrir yang disampaikan oleh ustadzah Zaenab. Dalam penyampaiannya, Zaenab menceritakan tentang Hizbut Tahrir dari sisi sejarah dan landasan pembentukannya, metode perjuangannya, aktivitas dakwah yang dilakukan, serta capaian-capaian dakwah yang dihasilkan. Ia juga mengajak seluruh peserta dauroh untuk bersama-sama memperjuangkan penegakan khilafah bersama Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. [LI MHTI Malang]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s