MHTI Kunjungi DPRD Kabupaten Malang Bahas Rekomendasi KIN-2


PIC_0323Malang- Jumat (13/2), delegasi Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang Raya melakukan kunjungan ke kantor DPRD Kabupaten Malang. Kunjungan ini adalah dalam rangka audiensi untuk menyampaikan hasil rekomendasi dari acara Kongres Ibu dan Anak (KIN) ke-2 yang telah diselenggarakan pada Desember 2014 lalu. Delegasi yang hadir terdiri dari Ketua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang Raya, Kholishoh Dzikri, S.Pd., serta perwakilan dari Lajnah Fa’aliyah dan Lajnah I’lamiyah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang Raya. Seluruh delegasi ini ditemui oleh anggota dewan Komisi A dan B di ruang kerja Komisi A.

Sekitar pukul 10.00 WIB., forum audiensi dibuka oleh Dra. Hj. Tutik Yunarni dari Komisi B, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi audiensi oleh Ketua Muslimah Hizbut Tahrir DPD II Malang Raya. Kholishoh mengawali audiensinya dengan memperkenalkan seluruh delegasi Muslimah Hizbut Tahrir yang hadir di dalam forum. Selanjutnya, ia menyampaikan maksud dan tujuan dari agenda audiensi tersebut.

“Audiensi ini merupakan kelanjutan dari acara Kongres Ibu Nusantara (KIN) ke-2 yang diselenggarakan pada 21 Desember 2014 di Aula Universitas Gajayana Malang, yang dihadiri oleh kurang lebih seribu orang,” ungkapnya.

Kholishoh juga menegaskan kembali bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik, sehingga aktivitasnya adalah aktivitas politik. Diantaranya adalah berkontribusi menyelesaikan persoalan-persoalan umat, khususnya permasalahan ibu dan anak. Alumni Fakultas Ekonomi ini kemudian mulai memaparkan fakta-fakta kerusakan yang ada di negeri ini. Kemiskinan, gizi buruk, TKW, HIV/AIDS, seks bebas, dan sebagainya. Selain itu, ia juga menyampaikan fakta-fakta tentang kekayaan sumber daya alam yang dikuasai oleh asing.

“Padahal negara ini sangat kaya, tetapi semua kekayaan itu justru diserahkan kepada pihak asing, sehingga rakyat yang seharusnya bisa menikmati hasilnya justru tidak mendapatkan apa-apa,” jelasnya.

Kholishoh menyampaikan bahwa sejahteranya sebuah negara dipengaruhi oleh dua hal, yaitu pemimpin yang amanah dan sistem yang baik. Sedangkan sistem ekonomi yang diterapkan di negara saat ini adalah neoliberalisme, yang membatasi peran negara hanya sebagai regulator dan fasilitator. Sehingga peran negara menjadi hilang dan diambil alih oleh pihak swasta yang memiliki orientasi profit. Ia kemudian membandingkan dengan sistem ekonomi Islam yang adil dan telah terbukti mampu menyejahterakan masyarakat. Di mana dalam Islam, negara berperan sebagai pelayan serta pelindung bagi rakyatnya.

Pemaparan dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia ini segera ditanggapi oleh keempat anggota dewan yang hadir. Dra. Hj. Tutik Yunarni dari Komisi B menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi perempuan yang terpuruk di segala bidang. Ia pun mengajak Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia untuk bersama-sama melakukan perjuangan dalam rangka mengakhiri penderitaan kaum perempuan, dengan melakukan diskusi bersama dinas-dinas yang terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya.

Hj. Suma’i dari Komisi B juga membenarkan semua hal yang disampaikan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Ia juga sepakat untuk melakukan hearing dengan dinas-dinas yang terkait dengan permasalahan yang telah disampaikan.

Selain itu, perwakilan dari Komisi A, Kuncoro, SH, menjelaskan bahwa kita mempunyai satu kewajiban agar negara kita sejahtera, yaitu dengan membekali sumber daya manusianya. Ia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya kasus perempuan yang menjadi TKW ke luar negeri.

“Perempuan itu kan tiangnya negara, kalau perempuan sebagai tiang kok malah keluar ya roboh negaranya,” ujarnya.

Kasus-kasus pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja dan perempuan juga menimbulkan keprihatinan bagi Kuncoro. Ia pun menghimbau agar majelis taklim serta pendidikan agama disanterkan. Sehingga masyarakat memahami tentang aturan yang sesuai dengan agama.

Drs. Abdul Rokhim dari Komisi A juga turut menyampaikan rasa bangganya terhadap Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia yang taat pada syariat dan peduli terhadap kondisi masyarakat.

“Saya membayangkan kalau orang Islam di Indonesia seperti njenengan-njenengan ini, tidak akan ada carut marut bangsa seperti ini,” ungkapnya.

Dalam penutupannya, Kholishoh menyerukan untuk kembali pada solusi Islam, serta menawarkan untuk melakukan diskusi lanjutan dengan para anggota dewan. Kunjungan audiensi ini diakhiri pukul 11.30 WIB., dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, yang diwakili oleh Ketua Muslimah Hizbut Tahrir DPD II Malang Raya, Kholishoh Dzikri, S.Pd. [LI MHTI Malang]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s