HTI Malang Dukung Penutupan Tujuh Lokalisasi di Malang dan Batu


Batu- Kondisi hujan dan dinginnya kota Batu tidak menyurutkan semangat dari puluhan massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Malang untuk melakukan aksi di depan Alun-alun Kota Batu, Jumat (5/12). Aksi ini dilakukan dalam rangka menyikapi penutupan lokalisasi di Malang, serta maraknya seks bebas dan penyebaran HIV/AIDS, utamanya di wilayah Kota Batu Malang.

Salah satu peserta aksi, Netty, menyatakan keprihatinannya terhadap semakin tingginya angka seks bebas di Kota Batu Malang.

“Oleh karena itu kami mendukung upaya pemerintah kabupaten untuk menutup lokalisasi di Malang ini,” ungkapnya.

Sebagaimana yang telah banyak diberitakan, tujuh lokalisasi di Kabupaten Malang resmi ditutup sejak 24 November 2014. Penutupan ini didasarkan Keputusan Bupati Malang No. 188.45/380/KEP/421.013/2014 tentang Tim Penanganan dan Penutupan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang, serta musyawarah dengan pihak terkait seperti Polres Malang dan musyawarah pimpinan kecamatan. Tujuh lokalisasi yang ditutup itu meliputi lokalisasi Suko (Kecamatan Sumberpucung), Slorok (Kromengan), Kebobang (Wonosari), Girun (Gondanglegi), Kalikudu (Pujon), Embong Miring (Ngantang), dan Pulau Bidadari (Sumbermanjing Wetan).

Berkaitan dengan keputusan tersebut, maka HTI menyatakan dukungannya terhadap penutupan tujuh lokalisasi prostitusi legal dan terselubung lain di Kabupaten dan Kota Malang serta Kota Batu. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Humas HTI Malang Raya, Dr. Syarifuddin, bahwa penutupan lokalisasi ini patut diapresiasi dan dipandang sebagai tindakan yang baik untuk menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda, dari kerusakan moral yang lebih parah, ancaman kejahatan seksual, serta women trafficking.

“Namun, penutupan ini harus diikuti penutupan prostitusi legal dan terselubung serta tempat-tempat maksiat di daerah lain. Hal ini akan menjadi upaya sistemik untuk menyelamatkan umat dari kerusakan akidah dan penyimpangan syariah Allah agar terlepas dari murka dan adzab Allah,” ujarnya.

Syarifuddin juga mengajak seluruh kaum muslimin, khususnya di Kabupaten dan Kota Malang serta Kota Batu untuk bahu-membahu memperjuangkan tegaknya syariah Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah.

“Inilah sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang akan benar-benar mewujudkan rahmatan lil ‘alamin, untuk menggantikan sistem sekuler yang saat ini telah nyata menimbulkan berbagai kerusakan, termasuk prostitusi,” ungkapnya. [LI MHTI Malang]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s