ICMS Malang Raya: Ganti Sistem Sekuler dengan Sistem Islam!


Malang- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi jalanan Indonesia Congress of Muslim Students (ICMS) di sepanjang jalan Veteran Malang, Ahad (19/10). Aksi yang mengangkat tema “We Need Khilafah, Not Democracy and Liberal Capitalism” ini, diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa dari kampus se-Malang Raya, yang meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Kanjuruhan, Universitas Widyagama, Institut Teknologi Nasional (ITN), dan lain sebagainya. Aksi ini merupakan rangkaian dari acara ICMS yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di 73 kota di Indonesia.

Dalam aksi ini, ada lima perwakilan mahasiswa yang menyampaikan orasi politik di panggung ICMS. Orasi pertama disampaikan oleh Andi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, dengan judul orasi “Khilafah Kepemimpinan yang Adil Menggantikan Penguasa Demokrasi yang Khianat dan Korup”. Dalam orasinya, Andi menjelaskan bahwa sistem demokrasi yang diterapkan di negeri ini pada hakikatnya berasal dari kalangan Yahudi yang mengingkari syariat Allah SWT. Sehingga penerapan sistem demokrasi ini justru menyebabkan keterpurukan umat Islam di segala lini.

“Sistem demokrasi telah melahirkan negara yang dikontrol oleh korporasi, yang ciri utamanya adalah lebih melayani kepentingan pengusaha (bisnis) daripada urusan rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, Sandi, mahasiswa Fakultas Pertanian UB, juga menyampaikan orasi berjudul “Khilafah Mewujudkan Sistem Ekonomi Menyejahterakan Rakyat, Tinggalkan Sistem Ekonomi Liberal yang Menyengsarakan Rakyat”. Orasi ini menelanjangi berbagai agenda neoliberal yang terjadi di Indonesia. Orasi ketiga disampaikan oleh Agus Prasetya dari Fakultas Ilmu Pendidikan UM, dengan judul orasi “Khilafah Mewujudkan Peradaban Mulia dan Agung Selama 1400 Tahun”. Dalam orasi ini dijelaskan bagaimana khilafah mampu menyelesaikan semua problematika yang sangat kompleks.

Orasi keempat berjudul “Tegaknya Khilafah Melahirkan Generasi Terbaik Abad Ini”, disampaikan oleh Nur Riza Fajriansyah. Mahasiswa Fakultas Teknik UMM ini menyerukan seluruh umat Islam, khususnya mahasiswa, untuk bersama-sama berjuang menegakkan khilafah. Selanjutnya, orasi terakhir berjudul “Pidato politik ICMS: We Need Khilafah, Not Democracy and Liberal Capitalism”, disampaikan oleh Slamet Prasetyo dari Fakultas Teknik UM.

“Demokrasi tidak memberikan apa-apa, kecuali segudang permasalahan. Harapan kepada demokrasi merupakan harapan semu yang tidak akan menghasilkan kebaikan sedikit pun. Harapan sepatutnya hanya kita sandarkan kepada Allah SWT dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh,” pungkasnya.

Salah satu perwakilan koordinator ICMS, Nuri, menjelaskan bahwa latar belakang diselenggarakannya ICMS ini adalah adanya keprihatinan yang mendalam atas sistem demokrasi yang telah menyebabkan munculnya permasalahan multidimensi di negeri ini.

“Kita melihat kondisi Indonesia saat ini mengalami permasalahan di segala bidang. Dan ternyata akar masalahnya adalah diterapkannya sistem demokrasi yang rusak. Karena mahasiswa adalah agen of change yang memiliki idealisme tinggi, maka kami mengajak mahasiswa untuk ikut berperan aktif memberikan solusi atas permasalahan negeri ini. Sehingga ketika suara mahasiswa disatukan, diharapkan akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, yaitu perubahan ke arah Islam,” tuturnya.

Selain orasi politik dari mahasiswa, acara ICMS ini juga dimeriahkan dengan teatrikal yang menggambarkan nasib rakyat di bawah cengkeraman sistem kapitalisme, serta peran mahasiswa pendobrak penjajahan. Acara ini diakhiri dengan pembacaan Resolusi Mahasiswa Hizbut Tahrir untuk Rezim Jokowi-JK, oleh perwakilan Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Malang Raya, Pasuna Wirawan.

Setidaknya ada lima poin tuntutan dalam resolusi tersebut, yaitu menghentikan sistem sekuler dan menggantikannya dengan sistem Islam dengan cara menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah; menghentikan dominasi asing dalam berbagai bidang khususnya dalam pengelolaan SDA; menghentikan pinjaman luar negeri dan hutang ribawi; mengalihkan seluruh investasi di sektor non riil kepada sektor riil sehingga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi rakyat; mewujudkan sistem pendidikan dan budaya yang Islami dan menghentikan segala bentuk pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi. [LI MHTI Malang]

10557414_1513593042216797_8926301254953543349_n

10653433_1513593032216798_7252036703500660406_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s