Revolusi Ekstra Parlemen

Oleh : Zakiya El Karima

Hari ini, 1 Mei 2013, saya yakin pasti akan ada banyak demo di negeri ini. Demo yang dilakukan oleh para buruh, untuk memperingati hari mereka (baca: Hari Buruh) demi menuntut dipenuhinya hak mereka. Berbicara tentang buruh, mengingatkan saya tentang revolusi Bolshevik yang berlangsung pada 7 November 1917 silam. Revolusi yang digerakkan oleh orang-orang sosialis atas pimpinan Lenin, untuk melawan kaum borjuis yang dianggap telah menindas kaum proletar (buruh). Munculnya revolusi ini dipicu oleh adanya revolusi industri di Inggris (1750) yang ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Revolusi industri sendiri berawal dari adanya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke-16, yang melahirkan banyak ilmuwan seperti Francis Bacon, Rene Decartes, Galileo Galilei. Revolusi ilmu pengetahuan inilah yang mengawali pertikaian antara para ilmuwan dengan kaum gerejawan yang dianggap sangat mendominasi kekuasaan negara kala itu. Pertikaian ini akhirnya berujung pada kesepakatan jalan tengah untuk memisahkan agama dari kekuasaan (sekulerisme). Inilah yang mengawali lahirnya sistem kapitalisme.

Sejak adanya revolusi industri, tenaga buruh tak lagi dibutuhkan dan mulai tergantikan oleh tenaga mesin. Akibatnya, banyak buruh yang tidak dipekerjakan. Kondisi ini akhirnya mendorong kaum buruh bersatu untuk melawan penindasan. Hingga meletuslah revolusi Bolshevik yang menjadi cikal bakal lahirnya sistem sosialisme di Uni Soviet tahun 1922.

69 tahun kemudian, yaitu tahun 1991, Uni Soviet runtuh. Keruntuhan itu salah satunya disebabkan karena adanya ‘iming-iming’ liberalisme oleh AS. Pasca keruntuhan negara sosialis tersebut, kapitalisme mulai berkuasa kembali di AS. Dan hingga sekarang, sistem yang dianut negeri Paman Syam itu mulai kritis, karena terdesak oleh geliat revolusi Islam yang terus bergejolak dari negara-negara Timur Tengah seperti Tunisia, Mesir, Libya, Suriah, dan lain-lain. Revolusi Islam inilah yang akan mengantarkan kapitalisme ke jurang kehancurannya, dan mendorong tegaknya sistem khilafah ke seluruh penjuru dunia. Insyaallah.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ambil satu kesimpulan yang sama, yaitu bahwa revolusi yang terjadi dari dulu hingga sekarang semua bermula dari gerakan sistematis di luar sistem. Bahkan sejarah telah mencatat lahirnya tiga ideologi besar di dunia (Kapitalisme, Sosialisme, dan Islam) juga berawal dari adanya revolusi luar sistem. Bagaimana dengan lahirnya sistem Islam? Hal ini sesungguhnya bermula sejak Rasulullah SAW menerima risalah dengan turunnya firman Allah SWT :

“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan.” (TQS. Al-Muddatstsir: 1-2) Baca lebih lanjut