Sebuah Perjumpaan


Adik itu,
Belum pernah aku berjumpa dengannya.
Hanya pertemuan singkat dengan kakaknya yang menjadi perantara perjumpaan kami,
Karena ia masih disibukkan dengan administrasi di kampus.
Saat melihat rumah ini,
Aku pun menjelaskan aturan rumah binaan yang akan ia tempati.
Bersedia mengikuti pembinaan rutin,
Ikhlas dibina,
Mengikuti agenda rumah binaan,
Turut aktif dalam dakwah Gempita.
Aku pun merelakan,
Jika memang ia keberatan,
Kusarankan untuk memilih kontrakan lain.
Kakaknya sama sekali tidak keberatan,
Ia justru bersyukur,
Jika adiknya di lingkungan yang baik.
Tapi kakak itu tak mau memaksa adiknya,
Ia pun mengirimkan pesan singkat kepada sang adik.
“Iya kak, apa kata Allah saja.”
Senyum sang kakak mengembang,
Dan aku pun turut bahagia.

Sekitar seminggu kemudian,
Adik itu menghubungiku,
Sekedar untuk memberitahukan nomor ponselnya.
Tak ingin kuulangi kesalahan,
Kuingatkan lagi syarat rumah binaan ini kepadanya,
Berharap agar ia benar-benar memikirkannya.
Tak lama berselang,
Ponselku bergetar,
Pesan balasan dari adik itu.
“Iya mbak, saya sudah baca brosurnya. Insyaallah saya siap dibina. Mohon bimbingannya.”

Sungguh,
Allah Maha Membolak-balikkan hati,
Tetapkanlah hati kami,
Agar senantiasa istiqamah,
Di jalan dakwah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s