Mengarungi Samudera Kampus


Apa yang kalian lakukan saat berhasil diterima kuliah di Perguruan Tinggi dan menyandang gelar sebagai mahasiswa? Bersyukur! Itulah hal pertama yang harusnya kalian kerjakan. Sudahkah kalian bersyukur atas kenikmatan ini? Jika belum, maka sekaranglah saat yang tepat, bersyukurlah!

Selamat datang di dunia kampus!

Ini bukan sekolah, yang tiap seminggu sekali diwajibkan hormat kepada bendera tak bernyawa. Ini bukan sekolah, yang tiap hari serba diatur, mulai dari jam masuk, pulang, hingga seragam yang dikenakan. Ini bukan sekolah, yang masih bisa bermain-main. Ini bukan sekolah, melainkan kampus. Di kampus ini, tak ada lagi upacara bendera tiap Senin pagi. Tak ada jadwal masuk dan pulang yang tetap. Tak ada aturan seragam kuliah, karena di kampus kalian bisa mengenakan baju bebas. Menyenangkan? Mungkin. Tapi ingat, di sini kalian tak ada waktu untuk sekedar bermain-main. Inilah kampus!

Kalian bukan siswa, yang tiap pagi harus dibangunkan untuk bersiap sekolah. Kalian bukan siswa, yang harus disiapkan sarapan sebelum berangkat sekolah. Kalian bukan siswa, yang bisa bolos sekolah rame-rame. Kalian bukan siswa, yang tiap ujian janjian contekan berjamaah. Kalian bukan lagi siswa, melainkan MAHASISWA. Kehidupan mahasiswa tentu tak lagi sama dengan siswa. Mahasiswa adalah tingkatan tertinggi dari siswa (pelajar). Maka sudah selayaknya pola pikir seorang mahasiswa itu jauh lebih tinggi pula dari yang lain.

Ketika melihat realita tingginya angka kemiskinan misalnya, seorang mahasiswa akan berpikir bagaimana agar angka kemiskinan tersebut dapat diturunkan. Ketika menyaksikan realita biaya pendidikan yang melambung tinggi, seorang mahasiswa akan tergelitik untuk bertanya kenapa pendidikan tersebut bisa mahal. Tak hanya kritis dalam pemikiran, mahasiswa juga dituntut untuk mampu memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Karena itulah, mahasiswa diberikan gelar sebagai Agent of Change (agen perubahan). Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. Inilah mahasiswa!

Kampus ibarat lautan luas, dan mahasiswa adalah perahu kecil yang sedang berlayar di tengahnya. Jika perahu tersebut tak punya tujuan yang jelas, maka akan mudah terombang-ambingkan oleh gelombang air laut. Sehingga perahu tersebut mungkin akan berbalik arah atau bahkan berlayar ke arah tak tentu. Begitulah penggambaran seorang mahasiswa yang tak punya tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan di dunia kampus ini. Ia akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tak selalu benar. Maka jangan heran bila kalian menemukan mahasiswa yang dulunya taat beribadah, berubah menjadi Atheis, karena hidup di lingkungan orang-orang tak ber-Tuhan. Na’udzubillah.

Adapun individu-individu, dikarenakan mereka tidak menentukan tujuan, mereka pun tidak mempedulikan tujuan dan target untuk diri mereka. Karenanya, mereka melakukan proses berpikir tanpa ada suatu tujuan. Proses berpikir ini akhirnya tidak mendatangkan hasil, dan mereka pun tidak mengarah pada suatu tujuan tertentu. (An-Nabhani, 2010: 113)

Seperti itulah dampak dari orang-orang yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya. Mereka hanya menjalankan aktivitas sebagai rutinitas belaka, tanpa ada target yang hendak dicapai. Aktivitas tidak bertarget seperti itulah yang akhirnya dapat menjadi aktivitas (amalan) yang sia-sia. Maka, sejak awal menjadi mahasiswa, kalian harus menentukan tujuan kalian. Untuk apa kalian berada di kampus ini? Apakah hanya sekedar untuk menuntut ilmu? Ataukah untuk tujuan lainnya?

Padahal, tujuan hidup kita sebagai manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Karena itulah, hendaknya setiap kegiatan di kampus ini nantinya, hanya kalian tujukan untuk beribadah kepada Sang Pemberi Nikmat.

Selamat berlayar di Samudera Kampus…

 

 

 

 

[Zakiya El Karima]
*Artikel ini ditulis untuk Buletin FORDI MAPELAR

One thought on “Mengarungi Samudera Kampus

  1. Ping-balik: Besyukur Menjadi Mahasiswa UII » Blog Archive » Menjadi Mahasiswi Sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s