Ikhlas


Ikhlas itu bagaikan semut hitam yang berada di atas batu hitam di kegelapan malam yang amat kelam. 

Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya mengumbar kata-kata menyejukkan, tanpa amalan nyata. Begitupun aku. Sungguh, tak sulit mengatakan kebenaran. Namun, amal praktis ternyata juga tak semudah kata-kata. Ketika aku dengan lancar dan fasihnya menyampaikan pentingnya keikhlasan, kini Allah menguji ucapanku. Dan hasilnya, sepertinya aku belum mampu terlalu ikhlas mewujudkan nasehatku. Ikhlas itu tidak mudah, tapi bukan sulit, melainkan agak rumit. Manusia oh manusia… Kenapa sulit sekali menerima kenyataan? Bahwa diri ini fakir, tak punya apa-apa. Semua yang kau miliki bukanlah milikmu. Ini hanyalah titipan-Nya. Maka ikhlaskanlah jika suatu saat sang Pemilik mengambilnya.

Gazebo UB, 4 Juni 2011
Sebelum syuro dimulai, saat hati sedang gundah

4 thoughts on “Ikhlas

  1. kadang saya merenungkan arti dari sebuah keikhlasan, batasan dan apa yang bisa menjadi parameter, tapi saya sadar semua kembali ke bagaimana kita menyampaikan sesuatu. Nice info dan salam kenal yah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s