Gajebo! Ga Jelas Boo…


“Parah! orang seperti ini pantasnya dibuang ke laut aja!” teriak Amir memecah keheningan tengah malam ini.

“Heh Mir! Kamu kesurupan setan apa sih? Jantungku hampir copot mendengar teriakanmu yang tiba-tiba itu. Lain kali kalau mau teriak kasih tau dulu donk, paling ngga, sms dulu gitu,” ucap Anton terbangun setengah sadar, lalu kembali terlelap di kasur busa.

“Eh, iya, maaf An. Ntar ku missedcall deh kalau aku mau teriak lagi,” jawab Amir sambil menyandarkan punggungnya di tembok. Tak lama kemudian, Amir pun ikut tertidur pulas.

——————————

Malam telah berganti subuh. Tampak beberapa pemuda berhamburan keluar dari masjid. Tak terkecuali Amir dan Anton.

“Eh, Mir! Seingatku tadi malam ada bom meletus ya? Bener ngga sih?” tanya Anton.

“Bom apa?! Kamu kan marah-marah karena kaget dengan teriakanku? Itu yang kamu bilang bom?” jawab Amir.

“Oh, iya ya. Aku lupa!” Anton pun tertawa.

“Memangnya kenapa kamu tadi malam teriak-teriak?” Anton pun bertanya lagi sambil berjalan menuju rumah kosan. Sesekali dia membenahi sarungnya.

“Orang aneh itu semakin aneh saja! Masa kemarin malam dia ngajak ribut lagi di facebook!” Amir pun mulai panas.

“Oh, masih dengan orang yang sama ya? Yang pernah kamu ceritakan sebulan yang lalu itu kah?” Anton mengucek-ngucek matanya.

“Iya, si Gajebo itu sudah ku jelaskan panjang lebar tetap aja ngga terima,” jawab Amir.

“Salah kamu, Mir! Harusnya tingginya juga kamu jelaskan, biar ada isinya,” Anton mulai bercanda.

“Rumus volume kali! Panjang kali lebar kali tinggi,” Amir pun tertawa.

Mereka pun sampai di rumah kos. Masih sepi. Karena memang waktu baru menunjukkan pukul 04.45 WIB. Anton segera membaringkan badan di atas kasur busanya. Sedangkan Amir mulai melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Amir mendekati Anton, lalu meneriakkan ta’awudz di telinga Anton. Anton pun kaget dan terbangun.

“Heh, habis subuh tuh ga boleh tidur lagi!” teriak Amir.

“Siapa yang tidur?? Aku kan mendengarkanmu membaca Al-Qur’an. Ustadz ku dulu pernah bilang, orang yang mendengarkan Al-Qur’an itu pahalanya sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an,” ucap Anton berdalih.

“Tapi ngga sambil tidur gitu kali… Ayo, cepetan mandi sana! Hari ini kita akan berpetualang!” Amir memaksa Anton untuk bangun, mendorong serta menendang-nendangnya agar menjauh dari kasurnya.

——————————

[bersambung suatu saat nanti]

2 thoughts on “Gajebo! Ga Jelas Boo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s