Aku Bukan Maba Lagi


Aku bahkan lupa bahwa hari ini masih musim Ujian Akhir Semester (UAS) di kampusku. Maklum, semester tujuh ini aku hanya mengambil lima mata kuliah. Sedangkan semua mata kuliah yang kuambil ini tidak ada UAS, hanya tugas besar yang kebanyakan berkelompok. Bisa dikatakan (sedikit) lebih santai lah.

Pagi ini, seperti biasa, aku telah merencanakan untuk menyambangi perpustakaan kampus, hanya sekedar untuk menengok beberapa headlinesurat kabar.Aktivitas ini akan kujadikan kebiasaanku selama tiga bulan ke depan, karena telah kutetapkan sebagai salah satu target 90 hari yang kupilih untuk menunjang proposal hidupku.

Sebelum mengunjungi perpustakaan, kuputuskan untuk melangkahkan kakiku ke Bank Mandiri kampus terlebih dahulu. Aku pun memasuki pintu ruang ber-AC tersebut dengan disambut oleh dua orang satpam yang menawarkan bantuannya. Salah satu satpam kemudian memberiku nomor antrian, 36. Aku duduk di kursi antrian. Sepertinya masih sangat lama aku harus menunggu.

Beberapa saat kemudian, kudengar percakapan dua orang laki-laki dan perempuan di sampingku. Mereka saling berkenalan satu sama lain, serta saling menanyakan semester. Si perempuan masih semester tiga, sedangkan si laki-laki semester lima. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, “Semester berapakah aku?”. Tujuh. Aku tak percaya! Ini tak mungkin terjadi! Sungguh tidak terasa, saat ini aku telah menjadi orang tua di kampusku. Ah, sudahlah, terima saja. Berarti kan aku lebih pintar dari mereka. Hehe… (menghibur diri).

Satu jam kemudian, aku keluar dari bank. Tempat kedua yang kutuju adalah perpustakaan. Segera kuayunkan kakiku menuju ruangan penuh buku tersebut. Teringat pada janji untuk mengirimkan email kepada seorang kawan, aku pun memanfaatkan hotspot di dalam ruangan itu untuk membuka surat elektrik (email). Belum lama aku menikmati internet gratis, tiba-tiba listrik mati, dan menyebabkan laptopku wafat karena tak berbaterai. Akhirnya kuputuskan untuk berkemas pulang. Pengusiran secara halus ini namanya. Hiks… Ya sudahlah…

Sekitar lima belas menit aku berjalan dari kampus hingga sampai di kontrakan kertorahayu permai. Setelah menunaikan sholat Dhuhur, segera kukeluarkan laptop dan seperangkat charge nya dari tas. Lalu kupuaskan diriku dengan menuliskan kata demi kata di Microsoft Word. Inilah yang sedang kulakukan saat ini.

*****

Ingatanku tiba-tiba melayang pada tiga setengah tahun silam, tepatnya pada Senin, 20 Agustus 2007. Itulah awal perjalananku mengukir jejak di kampus biru Brawijaya. Tepat 8 hari setelah keturutsertaanku dalam Konferensi Khilafah Internasional (KKI) di Gelora Bung Karno Jakarta. Berbaur dengan ratusan ribu umat Islam yang merindukan tegaknya Khilafah.

Kala itu usiaku masih 18 tahun. Ternyata aku pernah muda juga. Masih teringat jelas di benakku, ketika ospek, salah satu kakak disiplin mahasiswa (disma) memergokiku mengenakan jilbab -padahal aturannya harus memakai celana- hingga sebuah bentakan pun menghampiriku. Maka kuberanikan diri untuk menjawab, “Maaf kak, saya berjilbab, tidak boleh memakai celana di luar.”, Tanpa banyak komentar, kakak disma tersebut meninggalkanku dengan wajah jutek. Entah apa yang ada di pikirannya, yang jelas aku bersyukur telah terhindar dari amukan senior.

Beberapa bulan setelah perkuliahan dimulai, seorang kakak menegurku dengan ramah, “Ini adik yang dulu tidak mau pake celana ya?” Aku kaget bukan main. Kak Ayu -yang dulu jutek banget pas jadi disma- ternyata baik dan ramah. Begitulah, kadang persepsi kita tentang seseorang tidak sama dengan kenyataan. Maka perlunya kita mengenal seseorang tidak cukup hanya dari tampilan luarnya saja.

Waktu cepat bergulir. Rasanya peristiwa ospek itu baru saja kualami kemarin, namun ternyata sudah hampir empat tahun aku berada di kampus ini. Wahai kampus, tidakkah engkau bosan denganku? Tenang, sebentar lagi aku akan meninggalkanmu. Tentunya setelah berhasil mencetak mutiara-mutiara umat yang baru di kampus Brawijaya dan FISIP tercinta ini. Insyaallah!

[Zakiya El Karima]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s