Pahlawan Bertopeng dari Negeri Dongeng


“Dar…! Dar…! Dar…!” suara dentuman tembakan memekakkan telinga. Alif berlari memeluk ibunya. Tubuhnya menggigil. Raut wajahnya ketakutan. Suara tangis pun tak dapat dibendung.
“Tenang nak, jangan takut, ada ibu di sini,” ujar sang ibu sambil mengelus kepala malaikat kecilnya. Alif menatap mata ibunya. Tangisnya pun terhenti.

“Siapa mereka, bu?” tanya Alif kepada ibunya.
“Mereka itu… Mereka itu… Mereka itu penjahat bertopeng,” jawab ibu terbata-bata.
“Berarti mereka masih saudaraan dengan pahlawan bertopeng ya bu?” tanya Alif dengan wajah berbinar.
“Ya, mereka itu pahlawan bertopeng dari negeri dongeng,” ungkap ibu sambil mematikan televisi.

Siapakah sebenarnya Pahlawan Bertopeng dari Negeri Dongeng???

Suatu hari, saat warga sedang melakukan ibadah shalat di masjid, datang sekelompok orang mengepung masjid. Mereka melepaskan beberapa peluru ke arah salah satu jamaah. Tembakan itu pun akhirnya berujung pada kematian korban. “Kami telah berhasil membunuh satu teroris yang selama ini dicari-cari,” ungkapnya dengan bangga kepada media.

Sebentar, saya ulangi alur peristiwa yang barusan saya tulis. Warga shalat jamaah di masjid, lalu ada sekelompok orang tak dikenal yang tiba-tiba menembak salah satu jamaah hingga mati. Kemudian orang-orang yang menembak itu mengatakan bahwa mereka telah berhasil membunuh teroris. Atas dasar apa? Bukankah gerombolan penembak tak dikenal itu yang lebih layak dijuluki sebagai teroris? Karena mereka telah mengganggu ketenangan warga yang tengah melakukan shalat di masjid.

Ya, inilah gambaran aktivitas yang belakangan sering dilakukan oleh Detasemen Khusus (DENSUS) 88.

Atas dasar ‘perang terhadap terorisme’ yang diserukan oleh tuannya (baca: AS), para Densus ini dibebaskan membunuhi orang tanpa bukti yang jelas. Anehnya, hal ini tidak pernah sama sekali dikaitkan dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka (Densus 88) justru dianggap sebagai pahlawan, yang menyelamatkan masyarakat dari kejahatan terorisme. Padahal isu terorisme sendiri tampaknya hanyalah bualan. Dongeng yang tak pernah terbukti kebenarannya. Maka Densus 88 tidak lebih dari kumpulan pahlawan bertopeng dari negeri dongeng. Tokoh cerita bikinan AS yang diperuntukkan buat anak-anak. Jadi, jika kalian masih percaya dengan Densus 88, berarti kalian masih tergolong anak-anak yang belum dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan.

[Zakiya El Karima]

One thought on “Pahlawan Bertopeng dari Negeri Dongeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s