Hizbut Tahrir Serukan Tolak Obama


Malang – Minggu (7/11), ratusan massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia, tumpah ruah membanjiri jalanan. Massa melakukan aksi damai dengan berjalan mulai dari depan kantor Bakorwil hingga alun-alun kota Malang. Aksi ini dilakukan untuk menolak kedatangan Barrack Obama ke Indonesia. “Obama tak pantas kita terima,” demikian sepenggal kalimat yang diteriakkan dalam aksi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, presiden negeri Paman Syam tersebut dijadwalkan akan mengunjungi tanah air pada 9 – 10 November mendatang. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penandatanganan kemitraan komprehensif, yaitu kerjasama bilateral yang bersifat jangka panjang antara AS – Indonesia. Kerjasama ini dinilai akan merugikan Indonesia, mengingat posisi kedua negara yang tidak sejajar. AS adalah negara adidaya, sedangkan Indonesia adalah negara berkembang. Hal ini dapat menjadi lampu hijau bagi AS untuk menguras kekayaan alam Indonesia, seperti yang telah dilakukannya pada Freeport dan ExxonMobile. Adanya kemitraan komprehensif ini justru akan menguatkan cengkeraman AS di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai mitra yang sejalan dengan kepentingan AS.

Massa Hizbut Tahrir menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut menolak rencana kedatangan Obama yang bertepatan dengan Hari Pahlawan tersebut. “Pada tanggal 10 November 1945, Bung Tomo mengusir penjajah dengan meneriakkan takbir. Jangan sampai pada Hari Pahlawan nanti pemerintah justru mendatangkan penjajah (Obama, red) ke negeri  ini! Sungguh, Obama tak layak menginjakkan kaki di bumi Indonesia ini,” teriak salah satu orator, disusul teriakan takbir dari ratusan peserta aksi.

Aksi damai  ini juga diwarnai dengan teatrikal yang menggambarkan kondisi Indonesia dengan segala bencana yang melanda. Kemiskinan dan kebodohan yang terjadi pada rakyat, disebabkan oleh sistem korup yang memudahkan asing mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) Indonesia. Akibatnya, SDA di negeri ini banyak dikuasai oleh asing, kekayaan alam dikeruk besar-besaran, sedangkan rakyat tidak mendapatkan apa-apa. Padahal seharusnya negara memanfaatkan SDA tersebut untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kesejahteraan asing. Akhirnya, rakyat mati kelaparan di lumbung padi. Jangan menambah bencana dengan menerima Obama! [zky]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s