Jurus Jitu Atasi Stres, dari Orang “Stres”


*****
Ehm… Ehm… perkenalkan, nama saya Sota (SOk TAu). Saya adalah seorang pengamat lingkungan kampus. Di dalam cerita ini, saya berperan sebagai seorang mahasiswa (cowok tulen dengan wajah selayaknya cowok, ga usah dibayangkan). Kali ini, saya akan mengamati tentang fenomena stres di kampus. Ini bukan pengamatan untuk skripsi atau thesis, karena saya masih semester dua. Masih imut kan?? Tapi pengamatan ini adalah semata-mata untuk keperluan pribadi saya, alias pemenuhan hobi. Karena saya adalah insan yang SOk TAu.

“Aduh, saya stres nih! Tugas numpuk, kerjaan belum beres semua. Ini lagi pake acara ngajak rapat segala! Aaaarrrrgghhh….” Keluhan itu kadang terucap dari mulut seorang yang mengaku sebagai mahasiswa sekaligus aktivis kampus.

Wajar lah, saya sih ga kaget. Di jaman Kapitalisme gini, siapa sih yang ga pernah stres? Bohong banget! Bahkan seorang Trainer Professional yang biasa mengisi Manajemen Stres pun juga (bisa) stres lho. Tapi yang lebih unik, seorang yang stres ternyata juga bisa mengisi Training Manajemen Stres. Gimana ceritanya? Penasaran kan? Mari kita simak cerita berikut.

*****
Suatu hari di Kampus Perjuangan, tampak beberapa orang sedang berbincang-bincang di dalam sebuah ruangan kotak yang berjudul “SKI Iman dan Taqwa”. Mereka terlihat tegang. Sepertinya mereka sedang berdebat pendapat. (Sebentar, saya akan mendekati mereka).

“Sudahlah, impian anda itu terlalu tinggi, yang realistis aja lah! Perbaiki dulu diri anda sendiri,” kata salah seorang cowok eh ikhwan dengan nada emosi, sambil berdiri dan meninggalkan perdebatan. Masih tersisa empat orang di ruangan tersebut. Suasana agak hening.

“Ya sudahlah, kalau anda-anda tidak berani bermimpi tinggi, biarlah kami saja yang melakukannya. Tapi kami harap, anda dan teman-teman anda bisa berpartisipasi dalam aksi mahasiswa Islam yang diadakan besok lusa. Ini adalah salah satu cara kami untuk mewujudkan mimpi yang tinggi itu,” ungkap salah seorang memecah keheningan.

Tak lama kemudian, dua orang ikhwan terlihat keluar dari ruangan kotak itu, dan berjalan menuju parkiran. Sedangkan dua orang ikhwan yang masih di dalam ruangan itu terlihat tertawa. Karena penasaran, saya pun menghampiri orang-orang yang berada di ruangan tersebut.

“Mas, ada apa sih kok tertawa? Ada yang lucu ya?” tanya saya SOk ga TAu.
“Itu, barusan ada 2 orang stres ke sini. Hahahaha…..” jawabnya sambil tetap tertawa.

(Memandang dengan heran sambil mengerutkan kening serta agak menjauh dan berbisik dalam hati) Kok saya malah takut dengan sampeyan ya? Dari tadi tertawa terus. Jangan-jangan sampeyan yang stres? Hiii… Saya segera kabur dari ruangan kotak tersebut. Dua orang ikhwan itu pun keheranan melihat saya lari tunggang langgang tanpa pamit. Datang tak diundang, kabur tak diantar.

“Kenapa tu orang terbirit-birit gitu?” tanya seorang kepada temannya.
“Ga tau, stress kali. Hahaha…..” jawab temannya dengan tetap ngakak.

Pertanyaannya adalah: Siapakah yang sebenarnya stress??

Brakkk!!!! Saking paniknya saya menabrak sesosok orang dengan tubuh kurus. Akibat tabrakan maut saya, orang itu pun ikut terjatuh.

“Eh, maaf mas!” ucap saya sambil mengulurkan tangan menolongnya bangkit. Namun, orang tersebut tak bergerak.

[bersambung kapan-kapan]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s