Muallaf Perjuangkan Negara Islam


[Malang, 11 Desember 2009]

Siang itu, di bawah terik matahari dan panasnya kota Jakarta, di depan ribuan mahasiswa Islam Indonesia, tampak seorang berdiri tegak membawa bendera hitam bertuliskan “La ilaha illa Allah Muhammad Rosulullah”. Laki-laki yang mengenakan batik cokelat tersebut berkali-kali meneriakkan takbir.

“Ketika sudah tujuh tahun yang lalu saya masuk Islam, saya sudah berhenti, saya menyerah melihat dengan mata kepala saya. Jika seandainya seluruh orang di negeri ini mereka tidak mau peduli dengan Islam, dan seandainya orang di negeri ini berkata bahwa khilafah adalah perjuangan yang impian, maka saya akan tetap percaya karena itu adalah bisyarah Rosulullah, yang pasti akan terjadi,” demikian sepenggal orasinya pada Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, di halaman Basket Hall Senayan, 18 Oktober lalu.

Felix Siauw (25) adalah seorang inspirator Islam. Di balik semangat perjuangan Islam yang dimilikinya, siapa sangka bahwa ternyata Felix baru tujuh tahun menganut agama Islam. “Saya masuk Islam sejak tahun 2002, bertepatan dengan kuliah semester tiga di IPB,” jelasnya. Kisah Felix berawal dari sebuah ketidakpuasan terhadap konsep Tuhan yang diajarkan dalam agama yang dianutnya dulu.

Pilihan Hidup

Sejak kelas 2 SMP, Felix mulai merasa agama yang dia pegang tidak masuk akal. Sehingga saat itu dia memutuskan untuk keluar dari agamanya yang lama, yaitu Katolik. Setelah keluar, Felix berusaha mencari tahu tentang eksistensi Tuhan. Melalui proses berfikir yang panjang, akhirnya dia dapat membuktikan eksistensi Tuhan tersebut. “Tetapi waktu itu saya berkesimpulan bahwa Tuhan memang ada, namun agama yang ada di dunia saat ini bukanlah lagi agama murni yang datang dari Tuhan, melainkan kebanyakan sudah terkotori oleh dominasi manusia,” tuturnya. Di tengah kegundahannya itu, dia memutuskan untuk tidak menganut agama tertentu. “Saya percaya adanya Tuhan, tapi tidak mau terikat dengan agama, semacam agnostik, walaupun di KTP tetap Katolik.”

Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2002 saat Felix kuliah semester tiga, baru dia menemukan Islam. Berawal dari diskusi tentang Islam dengan seorang teman, Felix akhirnya mendapatkan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang dapat dibuktikan dengan menggunakan akal manusia. “Islam memiliki segel yang tidak dapat terbantahkan secara rasional argumentatif, yaitu al-Qur’an,” ungkapnya.

Keputusan Felix untuk menjadi Muslim cukup mengagetkan keluarganya. Mengingat saat itu keluarga Felix masih dalam kondisi non-Muslim. Banyak tekanan dari keluarga. “Awalnya mereka tidak bisa menerima, tapi setelah berkali-kali diskusi, akhirnya mereka bisa menerima sekarang,” jelasnya.

Perjalanan hidup Felix ini sering disampaikannya pada pelatihan-pelatihan yang diisinya. Felix selalu menekankan pada sebuah inspirasi bahwa hidup adalah sebuah pilihan. “Hidup adalah pilihan, baik dan buruk. Pilihan di masa sekarang akan menentukan keadaan kita di masa akan datang. Pastikan pilihan kita sekarang adalah pilihan terbaik untuk masa depan kita,” begitulah salah satu kalimat yang disampaikannya pada pelatihan.

Perjuangan setelah masuk Islam

Setelah menjadi Muslim, Felix kemudian memilih inspirator Islam sebagai jalan hidupnya. Dengan pengalaman hidupnya menemukan Islam, Felix ternyata berhasil menginspirasi banyak orang untuk kembali membenahi diri, bersyukur dan bercermin tentang apa yang sudah mereka perbuat selama menjadi Muslim sejak lahir.

“Saya berkewajiban menyadarkan seluruh ummat Islam tentang penerapan Islam secara kaaffah, Dan ini tidak mungkin terjadi kecuali ada satu institusi yang memiliki wewenang dan kekuatan untuk menerapkan itu, dan berkaca pada perjuangan Rasulullah yang mencontohkan bahwa penerapan Islam ini adalah dalam level negara, maka itu termasuk yang saya perjuangkan,” tuturnya.

Dengan lantang Felix mengungkapkan bahwa aturan Islam yang menyeluruh tidak akan bisa tegak tanpa adanya negara Islam. “Banyak kemaksiatan yang akan terjadi dan dapat kita lihat sekarang yang telah terjadi, apabila penerapan Islam tidak dijamin negara,” ungkap sosok yang juga hobi kuliner ini.

Di saat orang-orang yang menganut Islam sejak lahir, banyak yang masih meragukan kebangkitan Islam, Felix yang merupakan seorang muallaf, yang baru tujuh tahun mengenal Islam, telah begitu yakin terhadap Islam. “Wajar sebenarnya bila mereka banyak tidak yakin, karena memang ummat Muslim di dunia sudah berpikir dengan cara selain Islam, akhirnya mereka menjadi asing dengan agama mereka sendiri, tanggung jawab kita lah untuk mengembalikan arah pemikiran mereka ke arah yang benar,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Kisah hidup Felix ini mengingatkan pada kita bahwa hidayah tidak datang dengan sendirinya. Hidayah perlu diupayakan. Felix Siauw sudah mengusahakan dan menemukan hidayah tersebut. Felix berhasil menggunakan akalnya untuk berpikir tentang Tuhan, hingga akhirnya dia menemukan jalan kebenaran yang telah lama dicarinya, yaitu Islam. Tidak cukup itu, setelah masuk Islam, Felix bersungguh-sungguh ingin memperjuangkan tegaknya Islam di bumi ini. Bagaimana dengan kita yang sejak lahir beragama Islam? Apa yang sudah kita lakukan untuk Islam? Semoga kisah hidup penuh makna dari seorang muallaf ini mampu menginspirasi kita untuk ikut berjuang menegakkan Islam.

[Zakiya El Karima]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s