Miki Tikus, Bintang Animasi yang Melegenda


Awal Pembuatan Miki

Terciptanya karakter Miki berawal dari kekecewaan Walt Disney atas dicurinya hak cipta Oswald the Rabbit atau si Kelinci Oswald, karakter pertamanya yang amat dibanggakannya. Disney memang sedih atas peristiwa itu. Tapi dia lalu berusaha menciptakan karakter lain yang lebih sempurna.

Ide tentang karakter Miki lahir dari imajinasi Disney saat dia dan istrinya pulang melakukan perjalanan bisnis dengan kereta api rute New York – Los Angeles. Disney menghabiskan waktu sepanjang perjalanannya itu untuk memikirkan bayangan tikus yang dinamakan Mortimer. Namun istrinya, Lillian, menyarankan untuk mengganti nama Mortimer menjadi Mickey Mouse atau Miki Tikus. Maka, Miki Tikus akhirnya menjadi karakter impiannya.

Disney dan pimpinan animatornya yang setia, Ub Iwerks, lalu segera mempersiapkan film kartun bisu Miki yang pertama, Plane Crazy dan yang kedua, The Gallopin-Gaucho. Sayangnya tidak ada distributor yang tertarik membeli film tersebut. Tapi Disney dan Ub Iwerks tak putus asa dan tetap membuat film kartun Miki lainnya.

Inovasi Suara dalam Film Perdana Miki

Kegagalan memasarkan film Miki yang pertama dan kedua mendorong Disney berusaha menciptakan inovasi baru dengan menggabungkan film dengan suara. Hasilnya adalah film kartun Miki yang ketiga, Steamboat Willie. Ketika film tersebut diputar perdana pada 18 November 1928, di Colony Theater, New York, perhatian dunia terpusat pada bintang baru, Miki Tikus. Itulah hari kelahiran Miki Tikus.

Inovasi penggabungan suara dan gambar itu dengan cepat ditiru studio-studio kartun lain. Tapi pribadi Miki yang karismatik itu sudah tentu tak ada yang mampu meniru. Si pengisi suara Miki Tikus saat itu tak lain adalah Disney sendiri (hingga 1946), dilanjutkan Jim MacDonald (1947-1977), dan Wayne Allwine (sejak 1977).

Inovasi Warna Film Miki

Film berwarna Miki yang pertama adalah The Band Concert dan diputar perdana 23 Februari 1935. Proses pembuatan film berwarna ini bukan proses yang mudah. Diperlukan berbagai eksperimen untuk menghasilkan film kartun berwarna yang berkualitas. Dengan ditemukannya inovasi film berwarna ini, Disney lalu membuat ulang sejumlah film kartun Miki yang hitam putih menjadi berwarna.

Inovasi Bentuk dari Masa ke Masa

Yang unik dari penampilan Miki adalah bentuk awalnya yang mirip sekali dengan Oswald si Kelinci. Perbedaan keduanya hanyalah pada bentuk kuping Miki yang terlalu pendek, hidung lebih panjang, ekor tipis yang panjang, serta lengan dan kaki yang lebih kurus. Sementara wajah, mata, mulut, dan garis rambutnya tak jauh berbeda dengan wujud Oswald. Ini bisa dilihat di film Miki berjudul Plane Crazy (1928).

Namun, pada penampilan-penampilan selanjutnya, bentuk Miki terus diperbaiki. Misalnya saja pada film Steamboat Willie (1928), lingkaran hitam pada lekuk mata Miki diperbesar dan pelipisnya diperlebar. Pada film Mickey’s Rival (1936), Miki mulai memakai sepatu dan sarung tangan. Tungkai tubuhnya tak terlalu kurus lagi dan bentuk tubuhnya mulai dibuat lebih berisi dan bulat. Selain itu, telinga, ekor, dan moncongnya dibuat jadi lebih pendek. Miki juga mulai memakai celana untuk menutupi kakinya dan memakai pakaian yang sesuai dengan kepribadiannya yang lembut itu. Penampilan barunya yang lebih modern dan menonjol dengan adanya pupil di mata Miki itu juga bisa dilihat pada film The Pointer (1939).

Miki dan Fantasia yang Melegenda

Disney kembali mengejutkan dunia dengan konsep animasinya yang spektakuler, yakni dengan membuat film Fantasia (1940). Film tersebut merupakan penggabungan inovatif antara musik klasik dan animasi. Fantasia menunjukkan bahwa animasi bukan cuma film kartun biasa melainkan sebuah karya seni. Konsep film tersebut merupakan perpaduan antara sejumlah animasi pendek dengan iringan musik klasik kelas dunia. Disney meminta konduktor musical brilian Leopold Stokow dan Philadelphia Orchestra untuk menggarap film tersebut. Johann Sebastian Bach dan Ludwig van Beethoven adalah sebagian nama yang karyanya dipakai untuk mendukung produksi Fantasia.

Disney bercita-cita agar Fantasia terus diproduksi setiap beberapa tahun sekali. Setelah dipersiapkan sejak 1991, sang keponakannya, Roy E. Disney, baru berhasil memunculkan film Fantasia 2000 pada tahun 2000.

Komik Miki

Lost in a Desert Island adalah komik strip petualangan Miki pertama yang terbit pada 13 Januari 1930 di surat kabar Hearst. Komik tersebut merupakan adaptasi cerita film kartun Plane Crazy dan The Castaway. Ceritanya ditulis sendiri oleh Disney dengan animatornya Ub Iwerks. Namun tak lama. Floyd Gottfredson mengambil alih sebagai animator komik Miki hingga beberapa dekade.

Selain itu, buku-buku mengenai Miki Tikus juga mulai diterbitkan. Yang paling popular pada tahun 1930-an itu diantaranya adalah The Mickey Mouse Big Little Books dan The Adventures of  sempat berhenti terbit pada tahun 1940. Namun terbit kembali sejak tahun 1988 hingga kini.

 

[Sumber: Majalah Donal Bebek Limited Edition Celebrate Mickey 75 Years of Fun]

Thanks for Ajeunk ‘Spongebob’ atas pinjaman majalahnya…

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s